Pemuda memiliki posisi dan peran yang sangat vital dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Pemuda menjadi salah satu kunci lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjunjung tinggi nilai–nilai persatuan di atas kemajemukan bangsa Indonesia.
Ini dapat dibuktikan dengan adanya peristiwa sejarah deklarasi sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi kunci terbentuknya kekuatan pemuda untuk bersama–sama melawan kolonialisme. Pada tahun 1945 peran pemuda juga sangat signifikan, menjadi puncak suatu perjuangan untuk melawan dan mengusir para penjajah dari wilayah Indonesia.
Juga berperan mendorong proklamasi kemerdekaan Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1998 pemuda juga berperan aktif dalam meluruskan cita–cita bangsa Indonesia dan menumbangkan kesewenang–wenangan Orde Baru.
Peran pemuda zaman dulu dan sekarang tentu berbeda. Tantangan yang dihadapi pun jelas sangat berbeda. Pemuda zaman dulu konteks perjuangannya melawan para penjajah dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dan konteks pejuangan atau kerja para pemuda zaman sekarang tentu melalui semangat nasionalisme, berkarya, melahirkan gagasan, memikirkan persoalan juga mengupayakan perubahan demi terciptanya pembangunan daerah yang mensejahterakan masyarakat. Tahun 2030 Indonesia di prediksi akan mengalami masa bonus demografi.
Dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut Indonesia mendapatkan 64 persen penduduk usia produktif dari total penduduk yang di proyeksikan sebesar 297 juta jiwa.
Namun bonus demografi ini bisa menguntungkan Indonesia bisa juga malah menjadi mala petaka. Menjadi mala petaka ketika penduduk usia produktif tidak bisa apa-apa, tidak punya dasa saing, daya dobrak dan hanya menjadi ledakan pengangguran belaka. Dan dapat menguntungkan ketika ledakan penduduk usia produktif dapat bersaing, berinovasi dan berkolaborasi untuk bahu membahu memajukan Indonesia dalam semua bidang.
Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah berkata dalam pidatonya “Berikan aku 10 pemuda, akan ku goncangkan dunia”. Artinya peranan pemuda sangat signifikan dalam memajukan pembangunan sebuah daerah. Sedangkan disisi lain para pemuda juga dilanda dilema panjang. Pasalnya, semangat pemuda zaman sekarang mulai memudar, mungkin ini disebabkan oleh 2 faktor.
Faktor pertama datang dari Internal pemuda itu sendiri, dimana hal ini lebih menyangkut pribadi pemuda masing-masing. Majunya zaman justru cenderung membuat para pemuda susah mengendalikan diri untuk tetap semangat dan berkarya.
Faktor yang ke-dua datang dari eksternal, yaitu tantangan globalisasi yang mengharuskan pemuda mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman dan bisa bersaing dalam kancah Global demi mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak dipungkiri tantangan dari generasi ke generasi berbeda.
Dan tantangan generasi muda saat ini adalah tantangan di era Internet of thingking. Hampir semua aspek kehidupan terkoneksi dengan internet. Sehingga merubah tatanan kehidupan dalam bermasyarakat. Internet sudah menjelma menjadi sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi dan harus ada untuk memudahkan semua aspek kehidupan.
Pembangunan daerah adalah suatu proses dimana pemerintah dan masyarakatnya bahu membahu mengelola sumber –sumber daya yang ada serta membentuk suatu kemitraan antar pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Dalam konteksnya peran pemuda dalam pembangunan daerah Indramayu, harusnya mengerucut pada sinergitas antara pemerintah dan juga pemuda. Dimana setiap ide dan gagasan para pemuda harus dapat di dukung dan di fasilitasi oleh pemerintah.
Mulai dari pelatihan Soft skill hingga pembuatan dan pendistribusian produk harus di dukung oleh pemerintah. Melihat dari realitas, sebenarnya kerangka peran pemuda dalam pembangunan daerah sudah ada. Ini dibuktikan dengan banyaknya organisasi-organisasi kepemudaan yang ada di Indramayu.
Seperti KNPI, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Organisasi-organisasi Kemahasiswaan yang ada di kampus dll. Tinggal bagaimana pemuda yang sudah terorganisir ini mengembangkan potensinya untuk membantu peran pemerintah dalam pembangunan daerah.
Ini mesti ada kolaborasi antar pemerintah dan pemuda guna mencapai Indramayu yang Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera serta terciptanya keunggulan daerah. Banyak sektor pemuda dalam pembangunan daerah, bisa melalui sektor ekonomi, politik, sosial budaya dll.
Melalui organisasi-organisasi para pemuda juga bisa melakukan kegiatan seperti pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan kreativitas untuk bis membuat suatu terobosan guna membuka lapangan pekerjaan, dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Disisi lain juga perlu jiwa-jiwa pemuda masa kini yang menjadi pemikir dan penggerak. Agar kegiatan bisa terealisasikan dan bisa terus melakukan terobosan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan masa depan.
Penulis : Abdul Rozak














