Sarana Pengemasan Hidroponik dari Pertamina EP Dukung Daya Saing Petani di Indramayu

Indramayuinfo.com – Pagi itu, aktivitas di kawasan Urban Tani Inovasi, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, lebih semarak dari biasanya. Di antara hamparan sayuran hidroponik yang tumbuh subur, tersimpan harapan baru bagi para petani urban untuk meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.

Bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga menghadirkannya dalam kemasan yang lebih menarik, higienis, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Harapan tersebut diwujudkan melalui bantuan sarana tempat pengemasan hidroponik yang diserahkan PT Pertamina EP Jatibarang Field melalui Program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan) kepada Kelompok Urban Tani Inovasi, pada pertengahan Juni lalu.

Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang fokus pada penguatan sektor pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:

Bagi kelompok tani, fasilitas pengemasan bukan sekadar tempat membungkus hasil panen. Sarana ini berperan penting dalam menjaga kualitas dan higienitas produk, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil panen sehingga produk sayuran hidroponik yang dihasilkan kelompok tani memiliki standar yang lebih baik untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern.

Kegiatan serah terima bantuan dihadiri oleh Pendamping CSR Program Jari Tangan Pertamina EP Jatibarang Field, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Indramayu, Lurah Margadadi, Ketua RW 002 Jalan Sasak Kembar, anggota Kelompok Urban Tani Inovasi, serta masyarakat setempat.

Head of Communication, Relations & CID Zona 7, Wazirul Luthfi menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan Perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan aspek pascapanen yang berperan penting dalam meningkatkan daya saing produk pertanian masyarakat.

“Bantuan sarana pengemasan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi kelompok tani. Program Jari Tangan diharapkan dapat terus berkembang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Indramayu, Dwi Indratih, menilai penguatan aspek pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas produk dan meningkatkan daya saing hasil pertanian di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

Ketua Kelompok Urban Tani Inovasi, Teguh, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pertamina EP Jatibarang Field. Ia menilai bantuan tersebut menjadi motivasi bagi kelompok untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya tempat pengemasan yang lebih layak, kami semakin percaya diri dalam meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina EP Jatibarang Field atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada kelompok kami,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Margadadi, Lilis Lestiawati. Menurutnya, dukungan Perusahaan melalui program pemberdayaan masyarakat telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

“Bantuan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 002 Jalan Sasak Kembar, H. Sucipto, berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan daya saing produk hidroponik lokal.

Melalui Program Jari Tangan, Pertamina EP Jatibarang Field terus berupaya memperkuat ekosistem pertanian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Dukungan terhadap penguatan aspek budidaya, pascapanen, hingga pemasaran menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar operasi.